Breaking News
Loading...
Wednesday, February 17, 2016

Belangsak

“Belangsak” itu apa sie...heeeee... Kalo “Tedodok” itu apa sie...heee, “Tersungkur” gimana pula....heee,  Ada lagi  yang ini “Terpuruk” gimana pula maknanya..heeee. Balangsak > Tedodouk > Tersungkur > Terpuruk bisa jadi sama maksud nya atau bisa jadi kondisi yang beruntun bisa terjadi.....tapi bedah bahasa aja.  Sundanese, Betawinese, Palembangnese  dan Indonesian.

Ada banyak bahasa lokal di Indonesia, bisa jadi tiap propinsi aja ada belasan bahasa daerahya.

Arti kata tersebut bisa untuk menggambarkan kondisi perekonomian dan ketenaga-kerjaan di  Indonesia sat ini. Kondisi dimana semua  paket  ekonomi yg digelontorkan pemerintah belum efektif memperbaiki perekonomian nasional. Kalau Kita lihat indikator yang kasat mata, coba lihat pergerakan PHK belum juga berhenti sejak tahun 2015 terus berlanjut sampai sekarang 2016.

Banyak perusahaan yang tutup operasionalnya mulai dari sektor pertambangan, minyak dan gas bumi, automotive, manufacture, garmen.. ada perusahaan yang hanya tiarap wait & see , namun tidak kalah banyaknya perusahaan yang tutup total sdh enggak kuat menahan biaya operasional masing-masing.

Apa gak ” Belangsak”  melihat kondisi seperti ini.

Coba Kita lihat lagi beberapa waktu yang lalu pemerintah menurunkan harga BBM, seharusnya harga barang-barang juga akan turun, karena biaya transportasi barang akan turun juga, namun nyatanya harga barang-barang tetap saja, bahkan ada yang naik melonjak tinggi seperti Telur, Daging Ayam, lebih-lebih Daging Sapi.  Juga beberapa saat yang lalu banyak diinfokan di mediamasa khususnya televisi adanya lonjakan harga Daging Sapi yang disebabkan dikeluarkannya regulasi pajak atas daging sapi. Wele delee

Bisa bikin “Tedodok” bagi masyarakat ekonomi pas-pasan melihat kondisi ini, makin tambah tedodok lebih rendah lagi, sudah susah berdiri. Gak kuat lagi menanggung beban biaya hidup sehari-hari. Harus pandai-pandai mengencangkan ikat pinggang, agar duit yang ada bisa dibelanjakan untuk satu bulan. Malah ada yang sampe gali lubang tutup lubang.

Nach kalo kondisi terus berlanjut bisa-bisa “Tersungkur” karena oleng.. miring ke kiri atau ke kanan,, bisa juga berat ke depan...gak bisa berdiri tegak lagi. Gak kuat menanggung beban.
Kalo dibiarkan lebih lanjut bisa-bisa “Terpuruk”, karena tidak ada perubahan yang significant atau hanya diem pasrah dan menerima kenyataan.

Kita semua gak mau terjadi “Balangsak > Tedodok > Tersungkur >Terpuruk menimpa Kita, hanya orang yang apatis aja yang menerima dan pasrah dengan kondisi. Kita harus berani survive...berani berjuang untuk hidup..berani hidup..bukan berani mati..kalo mati khan sudah jelas pasti akan dialami pada setiap mahluk yang bernyawa..

Jadi sekali lagi harus berani hidup..berani bikin perubahan dan beradaptasi dengan kondisi supaya bisa bertahan dan tetap eksis. 

Hidup Berani - Berani Hidup. Harus punya keyakinan yang kokoh untuk tetap bertahan jangan ampe Belangsak dan lanjutannya.


Medio Feb 2016 
Next
This is the most recent post.
Older Post

7 comments:

  1. Belangsak, kata yang sudah lama tidak saya dengar. Ni nemu lagi di blog ini. :-d :-d :-d :-d

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama kang budi....saya juga dapetin kata "belangsak" dari koran lokal

      Delete
    2. Sering make kata ini dulu pas di Bandung bareng teman-teman.

      Delete
  2. hidup ini harus berani dan gagah ya mas hehe

    ReplyDelete
  3. tedodok malah baru denger nih :-d

    ReplyDelete