Breaking News
Loading...
Wednesday, December 16, 2015

Mengingat Kematian

Mengingat Kematian, kenapa harus. Sejatinya siapa tau umur kita. Umur bisa bertambah tapi Usia hidup semakin lama semakin berkurang.  Kontrak hidup Kita di dunia ini sudah ditentutakan Yang Maha Kuasa sewaktu Kita dihembuskan Nyawa di Kandungan Bunda. Sudah tercatat di Surga, sudah ditempelkan di daun di Surga sana. Dengan rontohknya daun itu berarti sudah habis Umur Kita di dunia ini.

Siapa Sangka sehari sebelumnya sempat Ku telphone Adik tercinta di Palembang sana, gak tau subuhnya dapat Telphone dari keponakan, Si Adik sudah meninggalkan Kita semua, tanpa dinyana-tanpa diduga. Allah SWT maha kuasa, Allah SWT lebih sayang ke Dia, sehingga dipanggil untuk menghadap, dan menyudahi Hidupya di dunia yang fana ini. 

Siapa sangka waktu itu Minggu Malam 30 November 2015 sempat makan bersama-sama ibu dan sauadara-saudara, lanjut ngobrol dan bercengkrama, terus istirahat tidur, dan Subuhnya dibangunkan bunda untuk Sholat subuh, ternyata Dia sudah tiada.

Belum sempat kata maaf diucapkan belum sempat kata pamit dihaturkan, hanya bisa melepaskan dengan doa “Ya Allah Ampunilah segala kesalahan yang pernah ada, terimalah segala Amal–Ibadah yang telah diperbuat, kuatkanlah Kami yang ditinggalkannya”. Aamiin YRA.

Keinginan manusia sungguh tidak terbatas sejauh mata memandang, seindah pikiran menghayal. Sudah banyak rencana disusun “Man proposses but God disposses” Manusia hanya merencanakan tapi Tuhan yang menentukan.

Jika memang demikian, sementara sudah dapat dipastikan bahwa Kita tidak tahu Kapan kematian itu akan datang, maka seharusnya kita semua segera bertaubat dan senantiasa mengingatnya supaya Kita dapat mempersiapkan bekal, sebagaimana Rasullullah SAW menganjurkan hal tersebut.

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan: yaitu Kematian, karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu” (HR. Ath-Thobroni & Al-Hakim).

Karena jarak antara kehidupan dengan kematian hanyalah sekejapan mata. Mata terpejam dan kita tertidur dan tidak bangun lagi itu tandanya sudah sampai kematian.

Pada kesempatan lain Rasullah SAW  bersabda bahwa “Mukmin yang paling utama adalah Mereka yang paling baik akhlaknya, Mukmin yang paling cerdas adalah mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapan untuk kehidupan setelah mati”

Moga Kita semua sering-sering “Mengingat Kematian” karena itu sudah pasti khan datang, segala yang bernyawa akan mengalami Kematian. Itu pasti.








29 comments:

  1. ikut berduka cita mas agus atas kepulagan kerahmatullah adinda tercintanya, semoga arwah beliau ditempatkan disisi yang lebih baik dan mendapat rahma dari allah amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin YRA..semoga.. thanks you Mas M Mukhlis

      Delete
  2. Turut berduka cita mas Agus atas meninggalnya adik tercinta mas Agus, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, Amin,,,

    ReplyDelete
  3. Ikut berduka cita mas, kematian itu tidak bisa di ganggu gugat....kalau memang sudah waktunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Mas M Nuhan Nahidi...iya itu pasti

      Delete
  4. Turut berduka mas,,,semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-NYA...amin

    ReplyDelete
  5. Jika ingat kematian
    Pasti bertakwa dan beriman
    Karena taat Kepada Tuhan
    Dengan penuh ketekunan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harus begitu...Mbak Anisayu..semog kita selalu ingat akan adanya kematian.

      Delete
  6. makasih sharingnya bang...
    ingat mati selalu biar kita nggak menyianyiakan waktu hidup yang diberi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama Ninda...moga bermanfaat..dan jadi warning kita semua

      Delete
  7. maaf saya telat nie kayak nya?
    turut berduka cita ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp Mbak Siti...Saya juga baru posting info ini kemarin.. Thanks ya..

      Delete
  8. SALAM TAKZIAH AGUSMAN N FAMILI..SEMOGA ALLAHYARHAM ADINDA DICUCURI RAHMAT ROHNYA DAN DI TEMPATKAN DI KALANGAN MRK YG BERIMAN...AMIIN....TURUT BERDUKACITA.

    ReplyDelete
  9. Sebagai muslim memang dianjurkan untuk selalu mengingat kematian agar senantiasa tekun beribadah karena kita tidak tahu kapan ajal akan tiba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget Mas Dwi...siapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk akhirat nanti..

      Delete
  10. Turut berduka cita, semoga Adinda mendapat tempat terbaik di sisi-Nya
    Aamiin

    ReplyDelete
  11. Turut berduka cita pak...semoga kita semua menjadi manusia yang selalu ingat dengan kematian:)

    ReplyDelete
  12. Amiin ya rabb... Smoga kita selalu ingat dan waspada hingga tak lupa utk trrus berbekal diri

    ReplyDelete